Aston Martin Kembali Ke F1 Setelah 6 Dekade Lamanya Dengan Memperkenalkan AMR1

TorakID- Melalui satu kemenangan, Racing Point resmi mengakhiri balapan musim 2020 dengan 195 poin. Kemenangan itu diraih di GP Sakhir melalui jasa Sergio Perez yang berhasil berada di posisi keempat klasemen dengan 125 poin sedangkan rekan setimnya, Lance Stroll malah kalah dari Pierre Gasly (Alpha Tauri) alias berada di posisi kesebeas meski secara pengumpulan poin mereka mendapat 75 poin alias sama.

Tim yang berlaga sejak 2018 dengan mengakusisi aset Force India ini dibeli Aston Martin yang rela mengakhiri kiprahnya di balap ketahanan FIA WEC demi membangun mobil jet darat. Selama 6 dekade, tim berlambang sayap ini tidak berlaga di F1. Tim yang debut di 1959 dengan mobil DBR4 ini hanya meraih posisi keenam dan kedelapan melalui dua pebalap yakni Roy Salvadori dan Carroll Shelby. Meski Shelby gagal di balap jet darat, namanya berkibar bersama Ford di ajang balapan Le Mans ketika berhasil membawa Aston Martin merajai balapan 24 jam itu di tahun yang sama.

Musim berikutnya pada 1960, Aston Martin merancang mobil DBR5 untuk musim tersebut. Roy Salvadori dipertahankan, dengan rekan yang setim baru pembalap Prancis, Maurice Trintignant. Pada musim tersebut, tim ini hanya turun pada balapan di hadapan pendukung sendiri, GP Inggris.
Sebelumnya mereka dijadwalkan turun pada GP Belanda, namun Aston Martin memilih tidak ikut balapan karena pihak penyelenggara tidak bersedia membayar tim tersebut yang hanya bisa menurunkan Salvadori dengan mobil cadangan DBR4. Mobil terbaru mereka belum siap saat itu.

Hasil buruk membuat mereka membatalkan proyek di F1 dan fokus pada balap ketahanan. Dan memang kenyataannya mereka lebih sukses di ajang balap ketahanan terutama pada balap Le Mans 24 Jam. Kiprah Aston Martin di F1 hanya sependek lima balapan, antara tahun 1959-1960.

Pada 2021, Aston Martin menggunakan mobil balap AMR21 yang notabene modifikasi dari mobil RP20 milik Racing Point. Mereka juga melepas sergio Perez yang hijrah ke Red Bull dan merekrut Sebastian Vettel dari Ferrari. Dengan pengalaman balap sejak turun perdana di 2007 dengan memenangi 53 balapan, 121 podium, dan 57 pole, Vettel diyakini menjadi senjata utama di tim asal Inggris ini.

“Musim lalu, kami mampu menempati peringkat keempat klasemen akhir konstruktor. Aston Martin tentu tidak ingin tetap di situ, kami ingin peningkatan,” ucap Prinsipal Tim Aston Martin Otmar Szafnauer melalui siaran video tim. “Hasil musim lalu cukup memuaskan. Berkaca dari hasil musim lalu dan mampu lebih konsisten, kami yakin bisa mendapatkan hasil lebih baik daripada tahun lalu.”

Vettel yang tahun lalu hanya mengumpulkan 33 poin alias berada di posisi ke-13 adalah pencapaian terburuknya selama berkarier di F1 dan hal itu tidak akan kembali terulang musim ini di Aston Martin. “Dalam beberapa tahun terakhir, tim ini mampu menempati peringkat keempat. Namun, saya melihat potensi untuk merangsek ke P3 juga ada. Jadi, kami ingin memburu posisi ketiga di klasemen akhir konstruktor musim 2021 ini,” ucap Vettel. “Saya tidak akan berada di sini jika tak lagi memiliki motivasi untuk menang,” ujar Vettel saat disinggung apakah dirinya masih bersemangat untuk bersaing.

“Aston Martin merupakan lingkungan baru bagi saya. Namun saat kali pertama mengunjungi markas tim, impresi pertama saya sangat bagus. Setiap orang sangat bersahabat dan terbuka.

“Setiap Anda bergati tim, tentu banyak perbedaan besar. Bagi saya pribadi, target pertama untuk 2021 adalah nyaman dan tahu apa yang harus saya lakukan bersama tim. Jika itu sudah berhasil, kami akan berusaha sekuat mungkin untuk melangkah ke depan bersama.” Kita berharap pada sesi tes pramusim yang digelar 12-14 Maret mendatang, tim Aston Martin bisa meraih hasil bagus setara Racing Point saat masih dibela Sergio Perez.