Lancer Evo 7 Fast And Furious: Mobil Satu-Satunya Yang Membintangi Film Epik

Universal Picture

TorakID- Ketika film The Fast and The Furious keluar pada tahun 2001, tidak ada yang menyangka film ini akan menjadi franchise yang sukses. Pada tahun 2003, diputuskan akan membuat sekuel bernama 2 Fast 2 Furious dan berbeda dengan film sebelumnya, kali ini banyak pihak yang bersedia membantu pembuatan film. Tentunya pabrikan mobil mulai menilai value dari film dan akhirnya 2 pabrikan berebut untuk menjadi mobil pemeran utama 2F2F. Saat itu 2 pabrikan utama muncul yaitu Dodge yang menawarkan Neon dan Mitsubishi dengan Lancer Evolution.

Muncul beberapa pertimbangan, mengenai tawaran Dodge saat itu Neon bukan mobil yang populer plus koordinator mobil Craig Lieberman menginkan model performa tinggi SRT-4 yang belum muncul. Sedangkan saat itu Lancer Evolution belum dijual di Amerika Utara. Setelah pertimbangan dimulai akhirnya Lancer Evo dipilih, dan pihak Mitsubishi Amerika Utara dengan senang hati membantu. Apalagi rencananya Evo VIII akan dijual resmi di Amerika Utara dan 4 Mitsubishi Lancer Evo VII yang tadinya akan dikirim ke tim balap di Eropa dialihkan ke produsen film.

Banyak yang menganggap mobil ini adalah Evo VIII namun perlu diingat Evo VIII pertama keluar tahun 2003, sementara pengambilan film 2F2F berlangsung pada tahun 2002. Ada juga yang mengatakan semua Lancer di film adalah Cedia biasa yang didandani oleh Evo. Diduga banyak yang mengira seperti itu karena lampu belakang dan juga fakta produser mendapatkan Lancer OZ Rally Edition dari Mitsubishi.

Kalau bicara spesifikasi, maka mesin 4G63T 4 silinder 2.000 cc 16 katup turbo yang menghasilkan 276 hp dimodifikasi secara minimal dengan camshaft AEM, catch tank GReddy dan kopling HKS serta intercooler aftermarket dan ECU Ralliart yang menaikan tenaga mobil hingga 330 hp. Oh ya seluruh Evo yang digunakan di mobil ini tidak memiliki sistem nitrous, walaupun salah satu adegan di film memperlihatkan mobil ini dengan sistem nitrous. Mobil ini juga dikonversi menjadi RWD agar mempermudah aksi seperti drifting.

Karena kesulitan untuk mendapatkan parts di Amerika maka produser beralih ke pabrikan Jepang untuk body kit dari DAMD, sayap belakang ARC, velg Motegi Racing FF5 yang dibalut ban Toyo T1-S dan seluruh mobil dicat dengan warna Lime Gold Kandy dari House of Kolor. Masuk ke bagian yang kerap menjadi perdebatan adalah lampu belakang mobil, kalau kita perhatikan, lampu ini adalah model yang digunakan Cedia dan bukan Evo. Rupanya salah satu sponsor film adalah perusahaan lampu TYC. Karena mereka tidak memiliki lampu untuk Evo maka lampu Cedia digunakan, body mobil akhirnya dibobok dan kemudian di dempul agar lampu ini masuk

.
Satu hal detail yang orang terkadang tidak sadar adalah livery mobil ini awalnya merupakan replika garis yang ada pada GT-R milik Craig Lieberman. Tetapi bagian art director menganggap mobil kurang ramai akhirnya ditambah dua kotak yang berisi siluet gambar Evo itu sendiri! Interior mobil tidak banyak dimodifikasi kecuali penambahan tachometer dan meteran tambahan plus shifter Sparco dan head unit Panasonic. Beberapa detail menarik saat perfilman seperti adegan Evo VII berjalan mundur dilakukan tanpa modifikasi dan mobil terlihat cepat karena framerate dimajukan. Selain itu Paul Walker tidak melakukan stunt tersebut tetapi menggunakan body Lancer yang dibuat mirip dan ditaruh diatas truck sehingga terlihat dia berada di dalam mobil. Satu lagi hal yang menarik adalah suara mesin untuk Lancer Evo ini banyak menggunakan suara S2000 dan bahkan Impreza WRX.

Pada akhirnya ini merupakan Lancer Evo VII satu-satunya yang mendarat di Amerika secara legal meski pada kenyataannya generasi selanjutnya yakni Evo VIII berhasil masuk produksi masal di negeri Adidaya tersebut dan membintangi Fast And Furious Tokyo Drift yang merupakan sekuel dari Fast And Furious 6.