Mengenal Ford RS200: Legenda Grup B Yang Masuk Ke Kejurnas Reli Dan Drag Race Indonesia

Automania

TorakID- Balap rally Group B sampai sekarang masih menjadi bahan pembicaraan dan bahkan sering disebut era terbaik balap rally. Salah satu nilai lebih Group B adalah kebebasan regulasi dimana pabrikan bisa membawa teknologi terbaru yang menghasilkan salah satu mobil tercepat di dunia kala itu. .

Walaupun begitu, Group B masih menggunakan sistem homologasi dimana pabrikan perlu membuat jumlah minimal mobil jalan raya agar bisa dibeli oleh umum. Namun para pabrikan justru menerapkan mantra membuat mobil balap dulu, lalu kemudian dibuat menjadi mobil jalanan. .

Sebagai jagoan rally, Ford menyambut regulasi Group B dan berharap bisa mengulang kesuksesan seri Escort RS1800. Awalnya Ford memilih jalan aman dengan mengembangkan RS1700T yang berbasis sedan Escort dan memilih menggunakan penggerak belakang demi reliabilitas. .

Selama masa pengembangan RS1700T, dunia rally berubah dengan masuknya Audi Quattro dengan penggerak 4 roda dan juga beberapa pabrikan memanfaatkan regulasi Group B dengan membuat mobil khusus rally seperti Renault 5 Turbo dan Lancia 037. Hasilnya RS1700T terlihat ketinggalan jaman.

Pada tahun 1983, manajemen Ford RS akhirnya memutuskan untuk memberhentikan program RS1700T dan berkonsentrasi membuat mobil khusus rally dari 0. Tim yang terdiri dari desainer F1 ternama Tony Southgate dan insinyur Ford John Wheeler mulai merancang RS200. .

RS200 memiliki konstruksi chassis monokok pada bagian tengah yang kemudian disambung dengan tiga subframe tabung baja yang menghasilkan chassis tangguh yang mudah dibongkar pasang sesuai kebutuhan rally. Bagian atap mobil terbuat dari bahan komposit gabungan serat karbon dan fiberglass.


Sayangnya Ford terlambat mengikuti WRC pada tahun 1986 sehingga mobil ini tidak bisa menunjukan potensinya. RS200 juga sempat terlibat dua kecelakaan besar saat Rally Portugal tahun 1986 dimana seorang pembalap nasional Portugal menabrak kerumunan penonton dan menewaskan 3 penonton. Satu lagi kecelakaan maut terjadi pada seri nasional Jerman dimana pembalap F1 Marc Surer terlibat kecelakaan setelah kehilangan kendali dan menewaskan navigatornya.

Setelah Group B dibekukan, RS200 masih bisa ditemukan pada reli nasional utamanya di Inggris dan memiliki karir yang cukup sukses di dunia Rallycross Eropa. Selain itu RS200 pernah mengikuti ajang Pikes Peak dengan pembalap legendaris Stig Blomqvist. Indonesia sendiri tidak kekurangan mobil Group B. Beberapa RS200 diimpor dan digunakan oleh tim seperti Ford Motorsport Indonesia. Dimana mobil ini digunakan hingga tahun 1988 ketika Group B terakhir diperbolehkan ikut rally nasional. Beberapa unit RS200 akhirnya hijrah ke balap lain seperti kelas Group S di sirkuit Sentul dan juga drag race seperti RS200 dari tim Star Mild yang dipacu Ronnie Hermawan.