Transformasi Pendidikan Tinggi Basis Daya Saing Efisiensi Industri Indonesia

TMMIN

TorakID-Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Forum Rektor Indonesia “Di era disrupsi dan hiperkompetisi, banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca tapi harus melalui pengalaman nyata. Perguruan Tinggi sebagai ujung tombak lahirnya SDM Indonesia unggul harus mendayagunakan energi dan keberanian untuk melakukan perubahan terus-menerus mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.”

Tantangan Era Disrupsi dan Hiperkompetesi yang sudah di depan mata menjadi pengingat bagi Perguruan Tinggi untuk berani membuat inovasi agar tidak tertinggal dengan perubahan dunia pendidikan yang begitu dinamis. Lulusan Pendidikan Tinggi jadi prioritas untuk mendukung efisiensi industri yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia.

Perbaikan ekosistem, manajemen riset, pengembangan inovasi dan teknologi dalam kurikulum pendidikan menjadi beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan sehingga Perguruan Tinggi terus berperan sebagai pusat pelatihan untuk mengasah kemampuan literasi dan praktik sehingga bisa mendukung industri yang efisien dan kompetitif.

Turut berpartisipasi aktif sebagai jembatan pengembangan potensi SDM nasional, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai bagian industri otomotif nasional, berkolaborasi bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan Penandatanganan MoU Kerjasama Pengembangan Program ‘Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri” yang terdiri dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Kontribusi Sosial. Penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat menguatkan kontribusi Perguruan Tinggi sebagai Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi.

“Sinergi Elemen Pendidikan dan Pelaku Industri melalui Program Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri ini harapannya dapat mendukung Transformasi Perguruan Tinggi untuk mencetak lebih banyak lulusan ahli yang cepat beradaptasi dan inovatif dalam menghadapi Kompetisi Era Industri 4.0, ‘Green Economy’, hingga Elektrifikasi yang menjadi tantangan di masa depan,” ujar Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN.

Fokus pada kerjasama ini terletak pada aspek ‘People Development’ yaitu industri hadir untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas mahasiswa melalui eskalasi kurikulum pendidikan tinggi serta memberikan kesempatan magang di lini produksi maupun bidang yang sesuai sebagai upaya memberikan pengalaman kerja memperkaya wawasan praktikum yang saat ini menjadi prasyarat mutlak kebutuhan industri. Transfer ilmu pengetahuan juga diberikan melalui Pelatihan industri dan pemaparan wawasan otomotif terkini melalui Toyota Manufacturing Concept yaitu safety, environment, technology serta manajemen industri.

Selaras dengan arahan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mempersiapkan SDM berdaya saing nasional, terobosan skema pembelajaran di UNDIP sebagai salah satu Pendidikan Tinggi dikembangan dengan metode ‘Kampus Merdeka’. Metode ini menerapkan kebijakan Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan pengalaman lapangan untuk berkarir di masa yang akan datang.

Pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan menghadapi kondisi tingginya permintaan dunia kerja namun ketersediaan SDM mumpuni jumlahnya tidak dapat memenuhi. Potensi ekonomi yang begitu besar tidak dapat diimbangi dengan kurangnya porsi tenaga kerja yang sesuai spesifikasi yaitu SDM terampil dan berpengetahuan serta tanggap dengan teknologi dan digitalisasi.

Bob Azam Direktur Corporate Affairs TMMIN mengungkapkan bahwa “Tidak hanya mensyaratkan nilai prestasi akademik di atas rata-rata namun industri juga membutuhkan terobosan dan inovasi dari Akademia yang memiliki pemahaman mendalam mengenai industri agar dapat menjawab tantangan efisiensi industri di era kompetisi yang semakin sengit. Kami mengharapkan kerja sama industri dan akademia dalam ‘people development’ menghadirkan SDM industri yang mumpuni yang mampu mendukung industri Indonesia menjadi lebih efisien dan kompetitif”.

‘Integrated Laboratorium’ Fasilitasi Multi Disiplin Ilmu Teknik
Konsep Pengembangan ‘Integrated Laboratorium’ merupakan Laboratorium Terpusat yang memfasilitasi bagi seluruh siswa dengan beragam latar belakang multi disiplin jurusan teknik di bawah naungan Fakultas Teknik UNDIP merupakan salah satu terobosan dalam kerjasama ini. Sehingga dapat mencetuskan inovasi teknologi dengan melibatkan pembelajaran dan penelitian siswa dengan implementasi bermacam latar belakang ilmu teknik namun terpusat pada 1 laboratorium saja.

“Melalui fasilitas Integrated Laboratorium, pemagangan, hingga transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang terdepan, kami ingin Perguruan Tinggi dapat mengenalkan lebih awal simulasi produksi maupun situasi di lingkungan kerja. Demi mengasah pengembangan dan kemampuan mahasiswa agar terbiasa dengan kondisi industri yang sesungguhnya,” ujar Bob Azam.


Sebelumnya sejak tahun 2017 hingga tahun 2020, 10 universitas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia diantaranya UI, UGM, UNDIP, ITS, ITB, UNS, UNSYIAH, UNHAS, UDAYANA, dan UNSADA sudah menjadi bagian dalam pengembangan kurikulum ‘Lean Manufacturing’ serta memperoleh pelatihan maupun donasi beragam alat praktik (kendaraan serta mesin) guna memperkuat kompetensi mahasiswa. Laboratorium Lean Manufacturing adalah wujud transfer teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM yang menjadi kunci kesiapan generasi penerus Indonesia menghadapi perkembangan kemajuan dunia industri.